Waspada Campak, Dinkes Banten Imbau Masyarakat Lengkapi Imunisasi MR Anak

Serang, (infonarasi.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit campak (measles).
Penyakit yang sangat menular ini masih menjadi perhatian di Provinsi Banten dan berpotensi menyebabkan komplikasi serius, terutama pada anak balita yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.
Campak disebabkan oleh virus Measles yang dapat menular melalui udara, seperti ketika penderita batuk atau bersin.
Komplikasi yang ditimbulkan tidak ringan, meliputi radang paru-paru, diare berat, infeksi telinga, hingga radang otak (ensefalitis).
Dinkes Banten mencatat, sepanjang tahun 2025 sejumlah kasus campak masih teridentifikasi di beberapa wilayah.
Meski demikian, penanganan cepat telah dilakukan melalui sistem surveilans dan vaksinasi respons cepat (Outbreak Response Immunization/ORI) untuk mencegah penyebaran yang lebih luas dan menghindari Kejadian Luar Biasa (KLB).
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, dr. H. Ati Pramudji Hastuti, MARS, menegaskan bahwa pencegahan paling efektif terhadap penyakit ini adalah melalui imunisasi.
“Campak bukan penyakit ringan. Anak yang tidak diimunisasi berisiko tinggi tertular dan menularkan kepada orang lain. Pencegahan paling efektif adalah melalui imunisasi MR (Measles-Rubella), yang sudah tersedia secara gratis di seluruh fasilitas kesehatan,” tegas dr. Ati.
Gejala campak umumnya muncul 7 hingga 14 hari setelah terpapar virus, diawali dengan demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, dan bercak putih kecil di dalam mulut.
Ruam merah khas campak kemudian akan muncul di wajah dan menyebar ke seluruh tubuh.
Masyarakat diimbau untuk segera membawa penderita ke fasilitas kesehatan bila mengalami gejala berat, seperti sesak napas, kejang, atau ruam yang meluas cepat.
Penanganan cepat meliputi istirahat cukup dan konsumsi cairan memadai.
Pencegahan utama campak dilakukan melalui Imunisasi MR yang diberikan dua kali, yaitu pada usia 9 bulan dan dosis lanjutan pada usia 18 bulan, serta saat anak masuk SD melalui program BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah).
Orang tua juga dapat memanfaatkan momentum PENARI (Pekan Nasional Imunisasi Rutin Indonesia) yang akan dilaksanakan serentak pada 27 Oktober hingga 1 November 2025.
Kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk melengkapi imunisasi MR bagi anak-anak yang belum divaksin. Vaksin ini dijamin aman, efektif, dan tersedia secara gratis di Posyandu, Puskesmas, dan fasilitas kesehatan lainnya.
Melalui kewaspadaan, pencegahan, dan respon cepat, Dinkes Banten berkomitmen untuk terus menjaga status eliminasi campak dan rubela demi mewujudkan generasi anak Banten yang sehat. (Advertorial)







