Menjaga Nalar Demokrasi: Maruli Marpaung Minta Kritik Hukum Demokrat Tak Selalu Dikaitkan Ambisi Jabatan AHY

TANGERANG SELATAN,infonarasi.com  – Polemik seputar putusan Mahkamah Agung (MA) mengenai surat keterangan penyetaraan ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka kini melebar ke arah rivalitas politik.

Menanggapi pernyataan Ketua DPP PSI Bestari Barus yang menuding AHY berambisi mengejar kursi Wakil Presiden, tokoh muda Tangerang Selatan Maruli Marpaung menyerukan agar diskursus politik dikembalikan pada esensinya.

Maruli menyayangkan cara pandang sebagian elite politik yang dinilainya terlalu menyederhanakan proses demokrasi. Menurutnya, menyikapi kritik hukum dengan tudingan ambisi jabatan adalah bentuk kemunduran dalam kedewasaan berpolitik.

“Jangan membangun kesimpulan politik berdasarkan prasangka. Jika ada perbedaan pandangan, mari kita adu argumentasi secara terbuka dan objektif. Demokrasi membutuhkan kecerdasan dalam berdebat, bukan sekadar melempar insinuasi,” ujar Maruli.

Lebih lanjut, Maruli menjabarkan slogan “Suara Demokrat, Suara Rakyat” sebagai komitmen nyata untuk mengawal isu ekonomi, lapangan kerja, dan keadilan sosial yang dihadapi masyarakat hari ini.

Mengurangi setiap langkah kritis Demokrat menjadi sekadar urusan perebutan kursi wapres dinilai mereduksi makna perjuangan partai.

Ia mengajak seluruh elemen politik untuk lebih dewasa dan tidak menghakimi motif politik seseorang berdasarkan spekulasi yang tidak terukur. (red)

Baca Juga:

infonarasi.com