Catatan Dari Karawaci : Saat Ratusan Kaum Nasionalis ‘Kepung’ Aryaduta, Hidupkan Api Pemikiran Bung Karno

TANGERANG,infonarasi.com  – Riuh rendah suara lagu Indonesia Raya dan Mars GMNI menggema memecah keheningan Hotel Aryaduta Lippo Karawaci, Tangerang, Rabu (19/8/2026) sore. Ratusan kader berbaju merah dan atribut nasionalis tampak memenuhi lobi hingga ruang sidang utama. Mereka hadir untuk mengawal langsung agenda akbar Lokakarya Kebangsaan yang digarap apik oleh Fraksi PDI Perjuangan MPR RI bekerjasama dengan Dewan Pakar Nasional PA GMNI.

Sorotan lampu ruangan tertuju pada jajaran kursi depan yang diisi oleh para elit politik dan akademisi senior bangsa. Tampak hadir Wakil Ketua MPR RI Ir. Bambang Wuryanto, M.B.A., politisi senior Dr. Andreas Hugo Pareira, hingga Ketua Umum DPP PA GMNI Prof. Dr. Arief Hidayat, S.H., M.S. Suasana forum terasa kian hidup dengan kehadiran tokoh lintas sektor dan penyelenggara pemilu daerah.

Di deretan kursi tengah, jurnalis memantau kehadiran fungsionaris pusat dan daerah, seperti Waketum DPP PA GMNI Ir. Ugik Kurniadi, M.T., Ketua DPP Dr. Ade Reza Hariyadi, S.I.P., M.Si., Ketua DPD Jakarta Raya Miartiko Gea, S.H., Sekretaris DPD Banten Agus Wibowo, S.E., M.B.A., hingga Sekretaris Diskominfosp Banten Dr. H. Karna Wijaya, S.H., M.H. Tak ketinggalan, simpul lokal seperti Ketua DPC Kota Tangerang Muhamad Toha, Ketua Caretaker Tangsel Yusrianto, Anggota DPRD Teja Kusuma, S.I.P., M.Kesos., serta duet komisioner daerah Supri Andriani (Bawaslu) dan Septia Abdi Gama (KPU) tampak serius menyimak jalannya lokakarya.

Panggung utama bergetar saat Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI Dr. H. Abidin Fikri, S.H., M.H. menyampaikan orasi ilmiahnya mengenai nasib fakir miskin di bawah payung konstitusi. Abidin menyebut agenda hari itu bukan sekadar diskusi biasa, melainkan ruang refleksi yang sakral.

“Menimba api pemikiran Bung Karno di dalam Lokakarya Kebangsaan ini bukan berarti kita romantis atau kembali ke masa lalu. Kita mengambil api semangatnya untuk menjawab persoalan riil hari ini; negara wajib bertanggung jawab penuh atas nasib rakyatnya!” seru Abidin, membakar semangat ruangan.

Diskusi panel berjalan mengalir hingga petang, memperlihatkan betapa sari pati pemikiran Marhaenisme dan Bung Karno masih menjadi magnet diskusi yang sangat relevan bagi masa depan kedaulatan Indonesia. (red)

Baca Juga:

infonarasi.com