DPRD Banten Yakin Program Sekolah Gratis Kurangi Ancaman Putus Sekolah

Serang, infonarasi.com– DPRD Provinsi Banten menyatakan keyakinannya bahwa program Sekolah Gratis untuk jenjang SMA/SMK dan SLB Swasta dapat menjadi solusi nyata dalam menekan angka putus sekolah yang masih tinggi di wilayah tersebut. Ketua Komisi V DPRD Banten, Ananda Trianh Slaichan, menegaskan pihaknya akan mengawal penuh pelaksanaan program unggulan Gubernur Banten, Andra Soni, agar tepat sasaran dan berjalan efektif.
“Program Sekolah Gratis ini akan kita kawal betul dan dievaluasi secara menyeluruh di tahun 2026. Saya optimis, tahun ini program ini bisa berdampak signifikan dalam menekan angka putus sekolah,” ujar Ananda kepada wartawan, Selasa (17/6/2025).
Optimisme Ananda bukan tanpa dasar. Berdasarkan data tahun ajaran 2023–2024, terdapat 13.684 siswa tingkat SMA/SMK di Banten yang putus sekolah. Sementara pada tahun ajaran 2025, ancaman serupa kembali muncul karena sebanyak 54.876 lulusan SMP belum tertampung di sekolah negeri maupun swasta mitra Pemprov Banten.
“Program Sekolah Gratis ini bisa mengurangi angka putus sekolah. Tapi tentu harus ada pengawasan dan evaluasi ketat,” tambahnya.
Ananda juga menyoroti beberapa catatan penting yang harus segera diperbaiki, terutama terkait lambatnya sosialisasi petunjuk teknis (juknis) dan pelaksanaan Seleksi Penerimaan Masuk Bersama (SPMB) yang menimbulkan persoalan teknis di lapangan.
“Kita lihat sejumlah catatan, salah satunya adalah keterlambatan sosialisasi juknis. Ini berdampak langsung pada proses SPMB. Jadi semua itu harus segera dievaluasi,” tegasnya.
Hal senada disampaikan anggota Komisi V DPRD Banten, Yeremia Mendrofa, yang menekankan pentingnya koordinasi lintas lembaga, khususnya dengan Kementerian Agama (Kemenag). Menurutnya, sebagian lulusan SMP seharusnya bisa tertampung di Madrasah Aliyah Negeri (MAN), namun koordinasi yang belum optimal membuat potensi putus sekolah tetap besar.
“Kalau diasumsikan yang tertampung di MAN itu 20 ribu siswa, masih ada sekitar 16 ribu siswa lagi yang belum mendapat layanan pendidikan. Ini jelas potensi angka putus sekolah yang besar. Koordinasi dengan Kemenag harus ditingkatkan. Jangan sampai anak-anak ini dibiarkan tanpa akses pendidikan,” ujar Yeremia.
Dengan pengawasan ketat, evaluasi berkala, dan kerja sama lintas lembaga, DPRD Banten berharap program Sekolah Gratis benar-benar bisa menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi masalah putus sekolah di Provinsi Banten.
(Adv)







