Gandeng Akademisi dan Praktisi Pemilu, KPU Kota Tangerang Bedah Buku Tata Kelola Finansial Parpol

TANGERANG,infonarasi.com – Langkah penguatan literasi demokrasi terus digulirkan oleh KPU Kota Tangerang. Salah satunya melalui bedah buku ilmiah populer berjudul “Tipologi Partai Politik dan Skema Pendanaan Partai Politik” karya duet penulis August Melaz dan Pipit R. Kartawidjaja yang digelar pada Jumat (21/8/2026).

Acara yang menitikberatkan pada kajian tata kelola finansial partai ini diselenggarakan di bawah pengawasan langsung Ketua KPU Kota Tangerang Qori Ayatullah dan diikuti oleh seluruh jajaran internal KPU Kota Tangerang. Qori Ayatullah menekankan pentingnya sinergi antara pendekatan teoritis ilmiah dan realitas regulasi kepemiluan.

“Forum akademis seperti bedah buku ini memberikan fondasi berpikir kritis yang kita butuhkan. Struktur tipologi parpol dan skema finansial yang kita bedah hari ini adalah instrumen penting untuk memetakan kepatuhan parpol terhadap regulasi yang berlaku,” tegas Qori Ayatullah.

Narasumber utama kegiatan ini adalah Muhammad Adnan Maghribbi Sairil Ashar, Peneliti Sindikasi Pemilu dan Demokrasi. Adnan mengemukakan tesis utama buku tersebut mengenai pengakuan kedudukan konstitusional partai politik pasca-reformasi.

“Sebagai organ konstitusi yang istimewa, partai politik memegang monopoli pengisian jabatan publik. Konsekuensinya, struktur sosiologis dan tipologi operasional parpol menuntut tata kelola keuangan yang modern. Buku ini menyajikan opsi perbandingan skema pendanaan agar parpol tidak terjebak dalam krisis pembiayaan institusional,” papar Adnan.

Guna menghadirkan perspektif yang komprehensif, KPU menghadirkan dua panelis dari unsur akademisi dan regulator, yaitu Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Krisnadwipayana (Unkris), Dr. Ade Reza Hariyadi, S.IP., M.Si., serta Komisioner Divisi Teknis Penyelenggara KPU Provinsi Banten, Akhmad Subagja. Guna merajut dialektika ilmiah tersebut, diskusi ini dimoderatori langsung oleh Komisioner KPU Kota Tangerang, Rustana Hasan.

Dr. Ade Reza Hariyadi membedah buku tersebut dari kacamata paradigma manajerial negara demokrasi. “Kita membutuhkan paradigma manajerial yang memberi wewenang bagi negara untuk mengatur perilaku keuangan partai. Pendanaan dari APBN atau APBD harus diposisikan sebagai instrumen sekaligus insentif yang mampu menumbuhkembangkan mekanisme demokrasi internal parpol, bukan sekadar instrumen pelestarian tatanan kekuasaan elite,” tandas Dr. Ade Reza.

Sebagai panelis dari unsur regulator wilayah, Akhmad Subagja menguraikan urgensi transparansi finansial parpol dari kacamata teknis kepemiluan. “Kita mendorong partai politik di Banten untuk memperkuat sistem pengendalian internalnya, sehingga skema pendanaan parpol—baik bantuan negara maupun sumbangan sah—bisa terdokumentasi dengan transparan,” jelas Akhmad Subagja.

Sekretaris KPU Kota Tangerang, Fandu Dwiadma Oktavirawan, S.IP., menjelaskan bahwa kolaborasi metode fisik dan digital sengaja dipilih untuk menjaring partisipasi publik yang inklusif. “Kegiatan dilaksanakan secara hybrid bertempat di Aula Lantai 3 KPU Kota Tangerang dan secara daring diikuti lebih dari 150 peserta,” urai Fandu.

Di samping membedah teks akademis, forum ini juga merekatkan kembali jejaring intelektual kepemimpinan. “Yang spesial pada kesempatan ini, Alhamdulillah dapat bersua dengan senior Mas Ade Reza (Alumni Ilmu Pemerintahan Fisip Undip 97) sebagai narasumber,” tutur Fandu menambahkan sisi humanis acara.

Rustana Hasan, yang memandu langsung jalannya lalu lintas pemikiran sebagai moderator diskusi ilmiah ini, mengekspresikan kepuasannya.

“Alhamdulillah lancar. Bobot akademis yang dibawa oleh Dr. Ade Reza dan dinamika teknis dari KPU Provinsi Banten menciptakan dialektika yang sangat kaya. Ini model edukasi kepemiluan yang sangat ideal bagi publik,” ujar Rustana Hasan.

Rangkaian diskusi ilmiah yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini ditutup dengan apresiasi dari pihak penyelenggara atas tingginya antusiasme peserta. “Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar dan terimakasih kepada semua yang hadir dan mensukseskan acara. Masukan ilmiah dari forum ini akan menjadi catatan berharga bagi penguatan literasi demokrasi kami ke depan,” pungkas Fandu. (sg)

infonarasi.com