Soroti Reduksi Demokrasi, PA GMNI Desak Evaluasi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG)

Jakarta Pusat,infonarasi.com – Dewan Pengurus Pusat Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP PA GMNI) menyampaikan otokritik kebangsaan yang mendalam menyambut HUT ke-81 RI. Dalam pernyataan sikap bertajuk “Ambeg Paramarta” di Jakarta, Kamis (13/8/2026), PA GMNI menyoroti arah perjalanan negara yang dinilai kerap pasang surut dan menjauh dari esensi kedaulatan ekonomi rakyat.
Ketua Umum DPP PA GMNI, Prof. Dr. Arief Hidayat, menilai praktik bernegara di era modern terlalu terjebak dalam hiruk-pikuk demokrasi politik elektoral lima tahunan. Sementara itu, amanat ekonomi Pasal 33 UUD 1945 justru terabaikan akibat meniru mentah-mentah sistem barat yang kapitalis dan individualis.
Sikap kritis juga diarahkan langsung pada program strategis nasional. Sekretaris Jenderal DPP PA GMNI, Abdy Yuhana, menyatakan bahwa program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, mesti terbuka untuk dievaluasi.
“Evaluasi terhadap berbagai persoalan dalam pelaksanaan program tidak boleh dipandang sebagai bentuk penolakan, tetapi sebagai mekanisme demokratis untuk memperbaiki kebijakan,” tegas Abdy.
Langkah ini mendesak dilakukan agar program strategis tersebut memiliki standar tata keberlanjutan, pengawasan, transparansi, keamanan, dan akuntabilitas yang tinggi. PA GMNI menegaskan bahwa besarnya anggaran negara yang digelontorkan harus sebanding dengan manfaat nyata yang diterima oleh masyarakat bawah. (sg)







