Warga Butuh Alat Penerangan dan Obat-obatan, BPBD: Sudah Siapkan 2 Genset dan Tenda Darurat

Serang (infonarasi.com) – Warga terdampak banjir di Kampung Selawe, Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, yang saat ini tinggal di tenda-tenda pengungsian di sepanjang tanggul Sungai Cidurian, mengeluhkan kebutuhan alat penerangan, makanan siap saji, hingga obat-obatan.
Hal tersebut disampaikan warga di lokasi pengungsian. Mereka mengaku pasokan makanan siap saji sementara ini lebih banyak diterima dari relawan serta sanak keluarga.
“Untuk makanan siap saji sementara ini baru kami terima dari relawan dan sanak keluarga. Seperti yang terlihat hari ini ada bantuan dari siswa SMP dan SMA Al Karim dan kiriman nasi dari keluarga desa tetangga,” ujar warga, Rabu (28/1/2026).
Selain makanan, warga berharap adanya tambahan bantuan lain seperti obat-obatan dan penerangan. “Kami juga berharap ada bantuan obat-obatan, alat penerangan minimal seperti lilin atau lampu emergensi, kalau bisa genset, dan penambahan tenda,” harapnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa BPBD telah menyiapkan dukungan logistik berupa genset dan tenda darurat. BPBD menjelaskan pihaknya telah menyiapkan dua genset, namun berdasarkan kondisi di lapangan, yang teroperasionalkan baru satu unit.
“Sudah menyiapkan 2 genset. Yang kita siapkan cuma ini tadi yang terkirim. Di situ baru saya lihat ada yang teroperasionalkan baru 1,” jelas Lutfi.
BPBD juga menyampaikan bahwa pihaknya turut menyiapkan pendirian tenda darurat. Dari rencana dua tenda, yang berdiri di lokasi sementara baru satu tenda.
“Kemudian juga kita menyiapkan mendirikan tenda juga. Sementara sebetulnya kita siapkan 2, tapi tadi saya lihat yang terberdiri baru 1,” lanjutnya.
BPBD menyebut apabila jumlah tenda masih kurang, pihaknya akan melakukan evaluasi dan berupaya menambah tenda dari wilayah lain yang sudah tidak ditempati. Namun, BPBD mengakui persediaan tenda terbatas karena sudah disalurkan ke beberapa kabupaten/kota.
“Nanti kalau kurang akan kita ambil dari tenda daerah lain yang sudah tidak ditempati, karena memang persediaan tenda tidak banyak dan sudah kita pasang ke beberapa kabupaten kota,” tambahnya.
BPBD menegaskan akan terus bersinergi dalam penanganan warga terdampak banjir dan melakukan evaluasi kebutuhan utama di lokasi pengungsian, terutama terkait jumlah tenda dan operasional genset.
“Jadi mungkin nanti evaluasinya di situ aja, jumlah tenda dan jumlah gensetnya,” pungkasnya. (bsg)





