Validasi Perizinan SPAM Regional Karian-Serpong di Tangerang, Langkah Penting Dalam Mempercepat Perluasan Penyediaan Air Minum Perpipaan

Tangerang (infonarasi.com) – Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Tangerang melalui Bidang Air Minum dan Air Limbah melakukan Focus Group Discussion (FGD) penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Karian-Serpong.

Acara ini menjadi bagian dari rangkaian validasi perizinan untuk mempercepat perluasan penyediaan air minum perpipaan untuk DKI Jakarta, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

Kepala Bidang Air Minum dan Air Limbah Riznur Masrun mengatakan, FGD ini melibatkan pemerintah daerah, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta pihak-pihak terkait lainnya.

“Penyelenggaraan SPAM Karian-Serpong diharapkan mampu menjadi solusi strategis untuk mengatasi masalah ketersediaan air minum di daerah perkotaan,” kata Riznur.

Riznur melanjutkan, poin penting yang dibahas dalam FGD ini meliputi pemenuhan syarat-syarat teknis dan regulasi yang berlaku, termasuk izin lingkungan dan tata ruang.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari proses sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah, guna memastikan pembangunan infrastruktur SPAM dapat dilakukan sesuai dengan standar yang ditetapkan, serta tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

SPAM Regional Karian-Serpong nantinya akan memenuhi kebutuhan air minum dengan total kapasitas sebesar 4.600 liter per detik dengan alokasi Air Minum untuk DKI Jakarta sebesar 3.200 liter per detik, Kota Tangerang sebesar 750 liter per detik dan Kota Tangerang Selatan sebesar 650 liter per detik.

“Pembangunan SPAM Regional Karian-Serpong diharapkan dapat menghasilkan 368.000 Sambungan Rumah (SR) atau memberikan layanan air minum kepada 1.84 juta jiwa di tiga wilayah tersebut,” jelas Riznur.

Riznur berharap, dengan berlangsungnya diskusi tersebut, validasi perizinan dapat segera selesai, sehingga pembangunan dan operasional SPAM Regional Karian-Serpong dilanjutkan tanpa kendala.

“SPAM ini akan menjadi salah satu proyek vital dalam memastikan pasokan air minum perpipaan yang memadai bagi warga di tiga wilayah tersebut dan diharapkan bulan Oktober 2025 proyek tersebut sudah bisa berjalan,” harapnya. (Advertorial)

Baca Juga:

infonarasi.com