Erupsi Anak Krakatau: Kemenkes Siagakan Puskesmas, BNPB Mulai Salurkan Logistik Masker

JAKARTA,infonarasi.com  – Distribusi material abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mulai dirasakan oleh masyarakat di sejumlah wilayah, khususnya di Kabupaten Lampung Selatan, Tanggamus, dan Pandeglang. Menyikapi hal ini, kementerian dan lembaga terkait memperketat sinergi untuk mengantisipasi dampak buruk pada kesehatan masyarakat.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau warga terdampak untuk tidak panik dan lebih memperhatikan kesehatan pernapasan, mata, serta kulit. Warga disarankan memprioritaskan aktivitas di dalam rumah atau wajib mengenakan perlindungan luar seperti masker dan kacamata jika terpaksa keluar ruangan.

“Apabila ada masalah dengan pernapasan, kami telah menginstruksikan kesiapsiagaan puskesmas di daerah, termasuk pengaktifan pos komando kesehatan atau Health Emergency Operation Centre (HEOC),” terang Budi Gunadi.

Guna mendukung langkah preventif tersebut, BNPB telah mulai mendistribusikan kebutuhan logistik dasar, termasuk masker, kepada masyarakat di zona terpapar. Pesawat untuk menunjang Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) berupa teknologi penyemaian awan dan water-mist juga telah disiagakan di Pondok Cabe untuk membantu meluruhkan abu vulkanik jika kondisi sudah memungkinkan.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D., mengingatkan publik agar tetap tenang dan tidak menyebarkan berita bohong (hoaks) terkait aktivitas vulkanik. Warga diharapkan memantau perkembangan berkala melalui saluran resmi BMKG dan PVMBG demi keselamatan bersama. (sg)

infonarasi.com